Jogja Fashion Week 2011

Sebanyak 18 batik dengan berbagai motif batik yang ada di nusantara koleksi Paguyuban Pecinta Batik Indonesia Sekar Jagad dipamerkan dalam acara Pameran Batik Berjalan Motif Batik Nusantara di hall B Jogja Expo Centre, Rabu (2/11) siang.

Pameran Batik Berjalan Motif Batik Nusantara ini adalah bagian dari kegiatan Jogja Fashion Week 2011. Sebelumnya, Sekar Jagad juga telah memamerkan ke-18 batik motif batik nusantara itu di hadapan Bupati Pamekasan, Sabtu (29/10).

Salah satu anggota Sekar Jagad memamerkan batik Banyumas motif Ayam Puger kepada penonton dalam Pameran Batik Berjalan Motif Nusantara di hall B JEC, Rabu (2/11).

Batik motif nusantara yang dipamerkan dihadapan anggota Sekar Jagad dan masyarakat pecinta batik yang lainnya pada Rabu siang tersebut adalah batik Cirebon, Lasem,Garut, Indramayu, Banyumas, Kebumen, Pekalongan dan Jawa Hokokay.

Ada pula batik Yogyakarta, batik Solo, Demak, Tuban dan batik Madura. Batik Tuban yang dipamerkan secara berjalan dihadapan pecinta batik memiliki motif Lock Can yaitu burung Phoenix (Hong) yang menjadi mitos bagi rakyat China. Burung Phoenix memiliki ciri khas pada kepak sayapnya yang runcing.

Kemudian batik Madura yang dipamerkan memiliki motif Buketan yang menjadi simbol masyarakat Madura yang suka bercocok tanam dan pelaut yang tangguh sehingga warna dan pola batik yang muncul begitu tegas seperti batik motif Lung-Lungan latar tambal atau kotak.

Batik Pekalongan jenis Saudagaran dipamerkan kepada pecinta batik adalah motif kepulauan Indonesia yang menggambarkan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang adil dan makmur sekaligus menyatakan bahwa batik adalah warisan budaya bangsa yang adi luhung.

Sementara itu batik Lasem dengan motif Cuwiri juga dipamerkan oleh Sekar Jagad. Motif Cuwiri menggambarkan burung yang dengan ragam hias dengan bunga-bunga dan daun dengan latar belakang warna merah dan biru.

Untuk batik Demak, Sekar Jagad menghadirkan motif Mina Buket yang menampilkan isi motif berupa sisik ikan (mina) sebagai latar belakang kain batik dengan buketan sebagai ornamen pokok.

Motif Sidomukti yang berada di dalam kain batik Solo juga dipamerkan dihadapan pecinta batik. Motif Sidomukti berpola ceplok dan berwarna soga (coklat). Sidomukti berarti “menjadi mukti. Motif Sidomukti melambangkan harapan hidup dalam kecukupan dan bahagia lahir batin dunia akherat.

Batik Solo motif Sidomukti memiliki ornament dan makna motif Sidomukti Yogyakarta yang memiliki pola semen. Batik motif Sidomukti biasanya dikenakan pasangan pengantin saat ijab qobul. Sementara itu, batik Yogyakarta dengan motif Parang Barong Seling Klithik juga tidak ketinggalan dipamerkan oleh Sekar Jagad. Motif Parang Barong termasuk pola batik larangan yang hanya dikenakan raja.

Barong adalah sesuatu yang besar. Parang Barong adalah motif Parang Rusak dengan ukuran besar yaitu 8 cm keatas terdiri dari ornamen lidah api yang melambangkan nafsu amarah. Sementara Blumbangan melambangkan nafsu supiah. Parang Rusak memiliki makna agar manusia dapat mengendalikan hawa nafsunya agar bisa berperilaku luhur.

Selain batik yang dibuat sudah lama, Sekar Jagad juga memamerkan beberapa batik tulis baru yang menggambarkan keberadaan gunung Merapi. Beberapa batik tersebut, didominasi pola flora fauna yang berada di gunung Merapi.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s