KUMPULAN RAGAM HIAS

A.    Ragam Hias Isen-isen Ornament

Bermacam ragam hias isen-isen yang gambarnya terdapat di bawah ini apabila dilihat selintas akan menimbulkan pertanyaan tentang kegunaannya. Ragam hias isen-isen gunanya adalah untuk mengisi ornamen. Isen-isen pada umumnya merupakan titik, garis lurus, bundar, bengkok kecil-kecil dan lain-lain yang apabila diisikan pada ornament akan memperindah ornament tersebut.

Seringkali pembatik menemui kesulitan dalam memilih isen-isen untuk mengisi ornemen tertentu agar terliat cocok dan bagus. Misalnya ornament bunga sebaiknya diisi dengan isen-isen yang mana. Untuk itu sebaiknya dipelajari terlebih dahulu macam gambar isen-isen, kemudian melihat kain batik tulis yang sudah jadi dan mencocokkan macam isen-isen yang mana masuk pada ornament seperti apa. Dengan demikian akan terlihat jelas pengetrapannya dalam mengisi ornament.

B.     Ragam Hias Ornament Batik Dengan Isen- Isen

Bagi yang belum berpengalaman membatik mengisi ornament dengan isen-isen, akan selalu menanyakan bagaimana cara mengisinya. Kumpulan ragam hias disni memberikan beberapa alternative penggunaan isen-isen yang dimasukan dalam ornament batik, baik berwujud daun kecil dan daun besar, kuncup bunga kecil, bunga kecil dan bunga besar dengan tangkainya, dll.

      Kalau bagian bunga atau daun akan dibuat tetap putih, berarti harus ditembok, maka membatiknya harus garis rangkap dua. Dalam gambar terlihat ada yang digambar bundaran ada garis rangkap dua, itu berarti bagian itu harus ditembok.

Membatik dan Kehidupan Masyarakat

Pengrajin atau pengusaha batik biasanya tinggal di kota, mereka mengerjakan batik tulis (tidak membatik sendiri) dengan proses pewarnaan dan proses lainnya sehingga kain menjadi kain batik yang siap untuk dijual. Pengerajin dikota bekerja sama dengan pembatik di desa. Dalam hal ini pembatik mengambil mori dari kota, baik sudah dicorek gambar batik maupun mori belum dicorek. Proses membatik dilakukan di desa melalui klowong, ngengreng terus, isen-isen dan cecek ngengrengterus, ditembok ngengreng terus sampai selesai.selanjutnya oleh pembatik kain yang telah dibatik dibawa ke kota, disetor ke pemilik mori/pengusaha. Upah membatik dapat dipandang berdasarkan dua kondisi pembatik, yaitu mereka yang bekerja sebagai pembatik untuk mendapatkan penghasilan untuk hidup dan mereka yang hanya mengisi waktu luang dari pekerjaan pokoknya (misalnya bertani). Membatik sebagai penghasilan untuk hidup, ongkos membatiknya sangat ditentukan oleh pemesan/pengusaha. Mereka tidak mengetahui upah minimum regional/propinsi yang telah ada pada saat itu, sehingga mereka tidak dapat menghitung upah semestinya yang dapat diterima. Mereka akan menerima upah untuk satu kain batik sesuai yang ditetapkan oleh pengusaha. Kalau kebetulan pada saat itu ada kenaikan harga lilin, maka kenaikan harga lilin ini dipakai untuk minta kenaikan upah kerja. Jadi umumnya para pembatik di desa belum dapat menguasai cara menghitung upah yang harus diterima sesuai hasil pekerjaanya. Para pembatik di desa tidak dapat menerima upah langsung harian yang segera dapat dimanfaatkan olehnya, mereka menerima upah setelah satu kain diselesaikan. Dengan kata lain upahnya tidak dapat diterima dan dinikmati segera. Hal ini merupakan salah ssatu sebab mengapa tenaga pembatik berkurang atau kurang menariknya mengerjakan membatik, karena tidak diberi upah langsung atau tudak dapat mendatangkan uang setiap hari. Mereka lebih suka bekerja pada pengusaha kerajinan (kriya) lainnya, bukan batik, yang dapat memberi upah untuk tiap pekerjaan potongan kecil-kecil, dan dapat menerima upah tiap harinya. Mereka lebih suka bekerja di pabrik kalau memang ada pabrik yang dapat menerimanya. Membatik sebagai pengisi waktu (pekerjaan sambilan) disela-sela tugas pokok. Pekerjaan membatik juga dapat sebagai pengisi waktu bagi mereka yang menganggur, hiburan bagi ibu-ibu yang tidak mempunyai pekerjaan karena tidak memiliki pekerjaan bertani di sawah atau tegalan. Bagi karyawan keraton atau abdi dalem puteri, kurang padatnya pekerjaan, dari pada merenung merana, lebih baik waktu diisi dengan membatik. Besarnya ongkos kerja tidak diutamakan karena bukan haasil pekerjaan pokok

Etnik Konvensional dalam JFW 2012

Gambar

Busana etnik konvensional, kasual dan coctail meriahkan perhelatan Jogja Fashion Week (JFW) 2012 hari pertama yang digelar di Jogja Expo Center,  Rabu (4/7). Setidaknya 18 desainer memamerkan karyanya dalam keberagaman ide dengan tema Dharmasukma.

Dharmasukma diambil dari bahasa Sansekerta yang bermakna sebuah jalan kehidupan (karya busana) yang memiliki ruh kebenaran berupa budaya, budi baik atau kelestarian alam. “Untuk itu, JFW 2012 diterjemahkan dalam lima unsur sebagai acuan inspiratif, yaitu essential, temple, organic, simplicity, populist,” jelas Ketua II Afif Syakur disela kegiatan.

JFW, tambahnya, tetap meneguhkan diri untuk membuat Yogyakarta sebagai pintu gerbang fashion Indonesia. Dengan JFE ini diharapkan dapat merangkul semua kalangan agar bisa bersama-sama mewujudkan langkah tersebut.

Para desainer yang turut memamerkan karya-karyanya diantaranya Ramadhani A Kadir (Touch of Ramadhani), Catur Wijaya (Batik Sekar Setaman), Sofie (Sofie Bengkel MOde), Maria Ulfa (Dokutoku), Uzi Fauziah dan Ariani (Batik Darmajati by Uzy dan PT BAS), Unike Probo Ekhastiti, A Ghia Sugandhi.

Selain itu ambil bagian juga Riani, Bram Lazuardie (Mirota Batik), Albert, Firoh dan Kris (Mangkoro Batik & Kebaya), Lulu Lutfi Labibi (Batik Lereng Merapi dampingan IOM), Musjib Afandi (Omah Klambi), Faizin SP (Batik Jaya Kirana), M Eko Priyono (Batik & Tenun XOXA), Dana Raharja (Etherea), Elkana Gunawan Tanuwidjaja, Dea Arifa Ardyanda dan Natasha Windura.

http://krjogja.com/read/134323/etnik-konvensional-meriahkan-jfe-2012-hari-pertama.kr

JFW 2012

Merupakan event busana paling bergengsi hari ini (Rabu, 4 Juli 2012) mulai digelar. Tahun ini tema yang diusung adalah “DharmasukmA” yang memiliki makna jalan kehidupan yang memiliki ruh kebenaran berupa budaya, budi luh

ur dan kelestarian alam.

JFW 2012 kali ini dikemas dalam beraneka macam acara, diantaranya adalah pameran dagang, lomba cipta busana, fashion carnival, lomba make up fantasi, dan model competition. Sesuai dengan

tema, busana-busana yang dipamerkan kali ini akan memiliki nuansa alami dan sederhana. Lebih dari 75 desainer akan menampilkan karyanya, tak hanya dari Yogyakarta, namun juga dari Solo, Semarang, Pekalongan dan Jaka

rta.

Susunan Acara JFW – Jogja Fashion Week 2012

  1. 4 Juli
  • Pembukaan oleh Disperindagkop DIY, Anugerah Publik Figure Berbusana Terbaik JFW 2012
  • Peragaan Busana Youth Fashion designers & Distro
  • Peragaan Busana “DharmasukmAI”
  1. 5 Juli
  • Seminar dan Workshop Tampil Fashionable, oleh APPMI DIY
  • Peragaan Busana Anak
  • Peragaan Busana Youth FashionDesigners & Distro
  • Peragaan Busana Muslim Hijabers “DharmasukmA II”
  1. 6 Juli
  • Final Lomba Merancang Busana “Soul Of DharmA” oleh LPK PAPMI DIY
  • Peragaan busana “DharmasukmA III”
  1. 7 Juli
  • One Day Workshop Anne Avantie – “Inspirasi, Karya dan Cinta”
  • Fashion On The Street, Karnaval “Gempita Sukma Raya” di Jl. Malioboro
  • Fashion Tandance 2013 APPMI DIY “Ethno Luxury”
  1. 8 Juli
  • Peragaan Busana Anak
  • Seremonial penutupan dan penyerahan hadiah pemenang lomba
  • Peragaan Busana “DharmasukmA V”

Untuk jadwal secara detail beserta jamnya, bisa dilihat di Susunan Acara JFW 2012.

Lestarikan Batik Giriloyo

Blog

GambarBatik merupakan kerajinan tangan yang mempunyai nilai tinggi. Apresiasi dari masyarakat yang tinggi membuat sejumlah sentra batik masih bertahan. Sebagian dari mereka ada yang berkembang, termasuk sentra kerajinan Batik Tulis Giriloyo yang ada di Imogiri Kabupaten Bantul. Sebagai apresiasi terhadap perkembangan batik Bantul. Pada tanggal 1 Juli 2012 digelar Mahakarya Batik Bantul 2012. Tempatnya, berada di tengah sawah di daerah Babadan Bantul. Ketua Panitia Mahakarya Batik Bantul 2012 Windu Baskoro mengatakan, kegiatan ini sebagai wujud sumbangsih terhadap batik Bantul. Desainer dan pengrajin batik Giriloyo dan pengrajin batik Bantul diajak untuk kegiatan tersebut. Tidak hanya pagelaran saja, tetapi dibuat koperasi bagi pembatik di Bantul yang telah usai dibentuk pada bulan Juni 2012 di Gazebo Batik Giriloyo dan tercatat sekitar 24 pengrajin dan tokoh Batik Tulis di wilayah Bantul sebagai pendirinya. Pada acara Pagelaran Maha Karya Batik Bantul, ada 10 paguyuban batik yang digandeng. Termasuk juga menggandeng desainer yang tergabung dalam Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) DIJ untuk menampilkan karya busana batik Bantul ini. Project Officer APPMI DIJ Philip Iswardono mengatakan, pagelaran di Mahakarya Batik Bantul 2012 ini menjadi satu acara pra fashion tendance untuk prediksi tren busana tahun depan. Pada pagelaran tersebut, 19 desainer dipastikan bergabung, di mana setiap desainer membawa lima karya busana dengan bahan dari Batik Giriloyo dan Batik Bantul dengan berbagai motif. Even ini bertepatan dengan acara APPMI DIJ, yaitu fashion tendance. Ketua APPMI DIJ Lia Mustafa mengatakan, batik merupakan warisan adiluhung yang patut dilestarikan. Kegiatan ini diharapkan menjadikan pembatik di Giriloyo Wukirsari Imogiri Bantul bisa dikenal luas dan meningkat dari sisi ekonomi. Harapannya, kegiatan ini berlanjut. Karena banyak motif batik Bantul yang memiliki ciri khusus dengan motif-motif Klasiknya untuk Batik di Giriloyo seperti Sido Mukti, Sido Asih, Wahyu Temurun, Kokrosono dan motif-motif galaran serta grinsingnya untuk Batik-batik Bantul.

Cara Menghilangkan Lilin Pada Kain Sutera

Menghilangkan lilin batik pada kain katun sangat mudah, yakni dengan melorot, memasukkan pada air panas lilin sudah hilang. Pada kain sutera lilin mempunyai sifat melekat lebih kuat dari pada kain katun, jadi menghilangkan lilinnya harus dilakukan secara khusus. Di antaranya adalah :

Dengan pelarut lilin: bensin. Bensin ini penggunaannya juga bertahap. Bensin yang pernah dipakai jangan dibuang, simpan di tempat yang tertutup, sebab masih bisa digunakan lagi pada tahap pertama menghilangkan lilin pada sutera. Kemudian sutera diangin-anginkan, kering lalu dimasukkan ke dalam bensin yang bersih.  Resikonya besar karena bensin mudah sekali terbakar. Jadi harus sangat hati-hati.

Dengan air panas ditambah dengan soda abu (alkali) atau waterglas. Air lorodan untuk sutera dengan soda abu akan menjadi alkali, harus diperhatikan tidak boleh sampai pH 9,5. Ini berarti pemakaian soda abu hanya sekitar 3-5 gr per liter air atau dengan waterglas 5 gr/liter. Batik sutera dimasukkan air lorodan ini dg perhitungan cepat diangkat. Dengan cara ini warna pada sutera akan berkurang. Dapat juga setelah sutera dilorod, batikan sebelumnya diuleni (dilumuri) dan diremas-remas dengan larutan soda abu, barulah air lorodan yang sudah mendidih ditambah soda abu atau waterglas, diambil dan dituangkan ditempat ulenan sutera, untuk menghilangkan lilin pada batik sutera. Hal ini untuk menjaga bahwa sifat sutera itu tidak tahan alkali dan tidak tahan panas.  Oleh karenanya, air lorodan untuk batik sutera sebaiknya tidak lebih dari 1500C.   

Cara Menghilangkan Lilin Pada Kain Sutera

Menghilangkan lilin batik pada kain katun sangat mudah, yakni dengan melorot, memasukkan pada air panas lilin sudah hilang. Pada kain sutera lilin mempunyai sifat melekat lebih kuat dari pada kain katun, jadi menghilangkan lilinnya harus dilakukan secara khusus. Di antaranya adalah :

Dengan pelarut lilin: bensin. Bensin ini penggunaannya juga bertahap. Bensin yang pernah dipakai jangan dibuang, simpan di tempat yang tertutup, sebab masih bisa digunakan lagi pada tahap pertama menghilangkan lilin pada sutera. Kemudian sutera diangin-anginkan, kering lalu dimasukkan ke dalam bensin yang bersih.  Resikonya besar karena bensin mudah sekali terbakar. Jadi harus sangat hati-hati.

Dengan air panas ditambah dengan soda abu (alkali) atau waterglas. Air lorodan untuk sutera dengan soda abu akan menjadi alkali, harus diperhatikan tidak boleh sampai pH 9,5. Ini berarti pemakaian soda abu hanya sekitar 3-5 gr per liter air atau dengan waterglas 5 gr/liter. Batik sutera dimasukkan air lorodan ini dg perhitungan cepat diangkat. Dengan cara ini warna pada sutera akan berkurang. Dapat juga setelah sutera dilorod, batikan sebelumnya diuleni (dilumuri) dan diremas-remas dengan larutan soda abu, barulah air lorodan yang sudah mendidih ditambah soda abu atau waterglas, diambil dan dituangkan ditempat ulenan sutera, untuk menghilangkan lilin pada batik sutera. Hal ini untuk menjaga bahwa sifat sutera itu tidak tahan alkali dan tidak tahan panas.  Oleh karenanya, air lorodan untuk batik sutera sebaiknya tidak lebih dari 1500C.   

Cara Menghilangkan Lilin Pada Kain Sutera

Cara Menghilangkan Lilin Pada Kain Sutera

Menghilangkan lilin batik pada kain katun sangat mudah, yakni dengan melorot, memasukkan pada air panas lilin sudah hilang. Pada kain sutera lilin mempunyai sifat melekat lebih kuat dari pada kain katun, jadi menghilangkan lilinnya harus dilakukan secara khusus. Di antaranya adalah :

Dengan pelarut lilin: bensin. Bensin ini penggunaannya juga bertahap. Bensin yang pernah dipakai jangan dibuang, simpan di tempat yang tertutup, sebab masih bisa digunakan lagi pada tahap pertama menghilangkan lilin pada sutera. Kemudian sutera diangin-anginkan, kering lalu dimasukkan ke dalam bensin yang bersih.  Resikonya besar karena bensin mudah sekali terbakar. Jadi harus sangat hati-hati.

Dengan air panas ditambah dengan soda abu (alkali) atau waterglas. Air lorodan untuk sutera dengan soda abu akan menjadi alkali, harus diperhatikan tidak boleh sampai pH 9,5. Ini berarti pemakaian soda abu hanya sekitar 3-5 gr per liter air atau dengan waterglas 5 gr/liter. Batik sutera dimasukkan air lorodan ini dg perhitungan cepat diangkat. Dengan cara ini warna pada sutera akan berkurang. Dapat juga setelah sutera dilorod, batikan sebelumnya diuleni (dilumuri) dan diremas-remas dengan larutan soda abu, barulah air lorodan yang sudah mendidih ditambah soda abu atau waterglas, diambil dan dituangkan ditempat ulenan sutera, untuk menghilangkan lilin pada batik sutera. Hal ini untuk menjaga bahwa sifat sutera itu tidak tahan alkali dan tidak tahan panas.  Oleh karenanya, air lorodan untuk batik sutera sebaiknya tidak lebih dari 1500C.   

Batik Tulis Giriloyo

GambarGiriloyo adalah sebuah dusun di sudut selatan kota Yogyakarta, 17 Km arah selatan kota Yogyakarta. Boleh dibilang dusun ini merupakan dusun terpencil dan jauh dari hiruk pikuk-keramaian kota. Namun demikian, dusun ini mempunyai potensi wisata yang luar biasa. Diapit oleh dua makam, yakni sebelah selatan adalah Makam Raja-raja Mataram atau yang lebih dikenal dengan MAKAM SULTAN AGUNG di Pajimatan Imogiri, dan sebelah utara adalah Makam Panembahan Juminah (Paman Sultan Agung) yaitu di dusun Cengkehan-Giriloyo, Wukirsari, imogiri, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.Di Giriloyo ini, yang meliputi Giriloyo, Cengkehan, dan dusun Karangkulan terdiri dari tak kurang dari 600 KK pengrajin batik. Bisa dibayangkan berapa banyaknya pengrajin batik di dusun ini. Logikanya, jika setiap KK memiliki minimal 2 pengrajin batik, maka bisa dikatakan bahwa di dusun ini sedikitnya mempunyai 1200 pengrajin. Sebuah jumlah yang sangat fantastis dan luar biasa. Maka wajar kalau kemudian kampung ini (Giriloyo) disebut sebagai kampung Batik atau Centra Batik Tulis Giriloyo.

Hampir semua masyarakat (penduduk) yang berjenis kelamin perempuan di wilayah ini bisa membatik. Coba sekali-kali bertandanglah di kampung ini, maka di sepanjang jalan dusun akan anda lihat pemangdangan yang mengindikasikan bahwa di dusun ini sebagai kampung batik. Entah itu dari papan nama atau ornag-orang yang membatik di dikanan-kiri jalan di rumah  masing-masing atau di kelompok-kelompok Batik. Sebab di dusun ini terbentuk tak kurang dari 12 kelompok pengrajin Batik Tulis. Bersambung….

Tips Memilih Kain Batik

Berikut tips memilih kain batik sebagai bahan baju batik:

  • Perhatikan pada jenis kain. Ada beberapa jenis kain yang bisa Anda jadikan bahan pembuatan baju batik misal yaitu Katun (Prima & Primis), Dobi, Viscos, hingga Sutera.

Katun prima kualitasnya berada di bawah katun primis yang lebih halus. Baik katun prima ataupun primis mempunyai tingkatan kain yang berbeda-beda, dari mulai kasar, agak kasar, hingga paling halus.

Sementara dobi bisa dibilang sebagai setengah sutera, ada beberapa tingkatan seperti halnya katun prima & primis dari yang kasar hingga halus, meskipun demikian Dobi memang berciri khas pada tekstur kasarnya, jadi tingkat kehalusan tetap akan dirasa serat-serat yang menonjol.

Untuk Viscos, bahan cenderung licin & jatuh, tampak serat seperti Dobi. Tingkat kehalusan & kelicinannya pun ada tingkatannya.

Sementara untuk Sutera, tentunya termasuk bahan pembuatan baju batik berkualitas tinggi dengan harga pada segmentasi tertentu.

  • Perhatikan pula motif batik yang Anda pilih dalam perencanaan pembuatan baju batik. Apakah motif batik yang menjadi pilihan Anda adalah motif-motif batik klasik, motif batik modern/ kontemporer, ataukah perpaduan diantara keduanya.
  • Selain itu, sebaiknya Anda mencari referensi model baju yang akan menjadi patokan pembuatan baju batik Anda.
  • Yang terpenting adalah, sesuaikan kebutuhan & budget Anda mulai dari pemilihan kain sebagai bahan baju batik hingga berapa biaya jasa tukang jahit yang akan membuat baju batik Anda, agar Anda bisa mendapatkan baju batik sesuai dengan keinginan Anda.